Prestasinya sangat mengagumkan. Associate Professor Center for Environmental Remote Sensing, Chiba University, Jepang ini tercatat sebagai penemu radar satelit untuk pengamatan permukaan bumi. Teknologi temuannya berbasis microwave remote sensing dan mobile satellite communications.
Josaphat Tetuko Sri Sumantyo,[Kasmaji 89] begitulah nama lengkapnya, telah melahirkan sejumlah antena tipis mikrostrip untuk keperluan mobile satellite communications masa depan yang telah diuji dengan menggunakan Japan Engineering Test Satellite (ETS-VIII).
Pria yang akrab dipanggil Josh ini dikenal getol berkarya. Karya terbarunya adalah circularly polarized synthetic aperture radar (CP-SAR) sensor yang bisa dipasang pada pesawat tanpa awak bernama Josaphat Experimental Aircraft JX-1 dan microsatellite untuk monitoring permukaan bumi di masa depan.
Rencananya produk ini akan diluncurkan lima tahun mendatang. Sensor CP-SAR ini mengatasi kelemahan-kelemahan sensor observasi bumi atau penginderaan jarak jauh pendahulunya. Selain itu, sensor ini mampu menembus awan, kabut, asap, bahkan kelebatan hutan, serta tidak terganggu oleh pengaruh Faraday rotation di lapisan ionosfer dan perubahan posisi platform satellite.
|
|


Blog Alumni
00:30:17


Pada hari Rabu 26 Januari 2011 kemarin telah dilakukan dialog interaktif antara Alumni ITB dengan Pak Jokowi - Walikota Solo, di milis alumni ITB (Senyum ITB -
Tanpa kacamata berlensa minus delapan, Anto Satriyo Nugroho (Kasmaji 19889) tidak bisa membaca buku secara jelas, tulisan-tulisan yang tertera di buku tampak kabur. Indra pelihatan Anto memang lemah sejak dia berusia 8 tahun. Karenanya, perekayasa di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) itu kerap kebingungan ketika menjalankan aktivitas, terlebih pada saat melakukan penelitian di laboratorium atau mengajar di sejumlah perguruan tinggi di Jakarta jika tidak mengenakan kacamata. Kendati sangat bergantung pada alat bantu pelihatan itu, Anto tetap bersyukur.
Pada tulisan 













